Peran perempuan dalam pembangunan desa kembali menunjukkan kontribusi nyata. Kali ini, sejumlah tokoh perempuan di Desa Siddo tampil sebagai penggerak utama dalam mendorong terwujudnya desa yang bersih dari praktik korupsi.

Melalui kegiatan sosial dan edukatif yang dilaksanakan di kantor desa Siddo pada hari Senin 4 Mei 2026, para tokoh perempuan mengajak masyarakat untuk memahami pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran desa. Mereka menilai bahwa pencegahan korupsi harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan komunitas desa.

Salah satu tokoh perempuan setempat menyampaikan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi penerus. “Kami ingin menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab baik di dalam keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya dalam kegiatan sosialisasi yang dihadiri warga.

Gerakan ini juga diwujudkan melalui pembentukan kelompok diskusi dan pelatihan yang melibatkan ibu rumah tangga, remaja putri, hingga pelaku usaha kecil. Fokus utamanya adalah memberikan pemahaman tentang bahaya korupsi serta cara sederhana untuk mencegahnya, seperti pengawasan bersama terhadap penggunaan dana desa.

Selain itu, para tokoh perempuan juga bekerja sama dengan aparat desa untuk memastikan adanya keterbukaan informasi kepada publik. Papan informasi anggaran dan program desa dipasang di tempat strategis agar masyarakat dapat dengan mudah mengaksesnya.

Inisiatif ini mendapat dukungan luas dari warga Desa Siddo. Mereka menilai langkah tersebut sebagai upaya positif dalam menciptakan tata kelola desa yang bersih dan berintegritas.

Dengan semangat gotong royong dan kepedulian tinggi, tokoh perempuan Desa Siddo berharap gerakan desa anti korupsi ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain. Upaya ini tidak hanya bertujuan mencegah penyimpangan, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa yang transparan dan bertanggung jawab.

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin.
CAPTCHA Image